Pertukaran Budaya

Etiket Makan Cina

2026-01-10

Sejak zaman kuno, Tiongkok telah dikenal luas sebagai negeri etiket, tempat tata krama tradisional meresap ke dalam kehidupan sehari-hari—etiket makan adalah contoh utamanya.

Dalam hal peralatan makan, peralatan umum Tiongkok meliputi cangkir, piring, mangkuk, piring, sumpit, dan sendok, semuanya biasanya ditata di depan setiap restoran. Di antara konvensi, "mengetuk sumpit di mangkuk" adalah hal yang tabu. Hal ini bermula dari praktik pengemis zaman dahulu yang mengetuk mangkuknya untuk menarik perhatian saat mengemis, sehingga tindakan tersebut dianggap tidak sopan di meja makan.

Dibawah ini adalahPorselen Biru dan Putihperalatan makan.


Seiring dengan evolusi dan kemajuan sosial, praktik kuliner Tiongkok secara bertahap telah bergeser makan terpisahdengan gaya komunal saat ini. Berkumpul di sekitar meja dan berbagi hidangan lebih sesuai dengan kebutuhan sosial modern.

Lukisan di bawah ini adalah Makan Terpisah di Tiongkok kuno


Dalam makanan khas Tionghoa, hidangan dingin disajikan terlebih dahulu, diikuti dengan hidangan panas, dan terakhir makanan penutup atau buah-buahan. Namun, urutan ini tidak dipatuhi secara ketat dan lebih umum terjadi pada acara-acara formal atau penting.

Secara kuliner, orang Tiongkok menekankan perpaduan nutrisi dan rasa yang seimbang, dengan tujuan menghasilkan hidangan yang menarik secara visual, beraroma, dan lezat. Porsi biasanya disiapkan sesuai dengan jumlah pengunjung, sehingga menjamin kepuasan nafsu makan dan pemenuhan aspek nutrisi dan estetika.

Makanan tradisional Tiongkok:



Saat mulai makan, seseorang harus mengambil makanan dari bagian piring yang paling dekat dengan dirinya, menghindari memetik dan memilih dari mana-mana atau meraih piring yang jauh—yang lucunya disebut sebagai "gajah yang menyeberangi sungai". Perilaku tersebut tidak hanya menyebabkan makanan terjatuh dan berantakan, tetapi juga mengganggu sesama pengunjung.

Ekspresi seperti "Luangkan waktu Anda", "Minumlah sedikit lagi", atau "Apakah Anda kenyang?" biasa terdengar di meja Cina. Ini adalah pengingat atau ajakan lembut bagi para tamu untuk terus menikmati hidangan. Oleh karena itu, ketika mengunjungi Tiongkok, teman-teman asing tidak perlu merasa tertekan dengan tindakan tersebut—baik menerima lebih banyak makanan atau menolak dengan sopan. Itu semua adalah bagian dari kehangatan dan keramahtamahan yang lazim.

Semoga Anda bisa datang ke Tiongkok untuk mencicipi makanan Tiongkok!

X
We use cookies to offer you a better browsing experience, analyze site traffic and personalize content. By using this site, you agree to our use of cookies. Privacy Policy
Reject Accept