
Pernahkah Anda mendengar atau melihat tanaman tropis istimewa ini —tebu?
Jika Anda pernah ke Tiongkok, Anda mungkin pernah melihatnya dijual di toko buah atau pedagang kaki lima.
Bentuknya tinggi, tebal, dengan kulit keras berwarna hijau atau ungu, dan bentuknya seperti batang bambu lurus panjang.

Musim tebu berlangsung dari bulan September hingga Maret, dengan panen termanis dan berkualitas tertinggi antara bulan Oktober dan Desember.
Tebu musim gugur renyah dan berair, sedangkan tebu musim dingin mengandung lebih banyak gula dan rasanya lebih manis.
Bagaimana cara orang China memakannya?
Penjual mengupas kulit luarnya yang keras, memotong batang yang berair menjadi beberapa bagian kecil, dan Anda mengunyahnya untuk mengekstrak sari manisnya, lalu mengeluarkan ampasnya.
Anda juga dapat menemukan jus tebu segar di toko jus.
Simbol keberuntungan
Dalam budaya Tiongkok, tebu lebih dari sekedar makanan ringan — tebu melambangkan "kehidupan yang lebih manis dan meningkat" (节节高, jié jié gāo), karena setiap ruasnya tumbuh ke atas.
Seringkali disantap saat Tahun Baru Imlek untuk mengharapkan tahun yang penuh kemajuan dan kebahagiaan.
Di Tiongkok bagian selatan, orang-orang memakan tebu pada hari pertama tahun baru, dengan harapan mendapat "awal yang manis di tahun yang manis".

Lain kali Anda mengunjungi Tiongkok, cobalah.
Ini bukan sekadar buah — ini adalah cita rasa sederhana dan autentik dari kehidupan dan budaya Tiongkok sehari-hari.
Ingin mempelajari lebih lanjut tentang budaya Tiongkok? Lihat postingan berita budaya kami yang lain.
https://www.china-adewo.com/news-90652.html